KENAMPAKAN di dataran tinggi sangat cocok untuk

KENAMPAKAN ALAM DI INDONESIA

Kenampakan alam merupakan segala sesuatu yang berada di
permukaan bumi baik di darat maupun di laut 
yang terbentuk atas peristiwa alam. kenampakan alam disebut juga bentang
alam yang terbentuk karena peristiwa alam contohnya gunung, bukit, dataran
tinggi, dataran rendah, pantai, sungai dan danau. Disetiap daerah pasti
mempunyai kenampakan alam yang berbeda sehingga akan memberikan dampak bagi
kehidupan manusia seperti adat istiadat, kebiasaan, sosial dan ekonomi. Orang
yang tinggal di daerah pegunungan akan memakai pakaian yang tebal untuk
melindungi dari udara yang dingin, namun sebaliknya dengan orang yang berada di
dataran rendah seperti di pesisir pantai mereka akan memakai  pakaian yang tipis dan menyerap keringat.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Indonesia merupakan negara kepulauan, yang terdiri dari
daratan dan perairan. Negara dengan luas perairan dua pertiga bagian, dan
sisanya satu pertiga wilayah daratan yang dapat dihuni oleh manusia, hewan dan
tumbuhan. Berikut 3 kenampakan alam yang ada di Indonesia :

1.      
Dataran rendah

Wilayah dataran
rendah memiliki ketinggian sampai 500 m di atas permukaan laut. Wilayah dataran
rendah paling banyak dihuni oleh masyarakat karena wilayah ini merupakan pusat
kehidupan manusia. Dimana berbagai kegiatan sehari-hari dilakukan, contohnya di
daerah Banyubiru kab. Semarang bermata pencaharian sebagai nelayan rawa dan
juga pengrajin enceng gondok.

Daerah Purwodadi
masyarakat bermata pencaharian sebagai petani semangka, dan juga bawang merah.
Dataran rendah banyak dijadikan sebagai pusat industri berbagai makanan,
pakaian, sepatu, tas dan berbagai macam kerajinan. Di daerah dataran rendah
juga menguntungkan untuk dijadikan sebagai sarana transportasi, rute  jalannya yang mudah dijangkau, tidak
berliku-liku, tidak curam dan tidak begitu menanjak. Tidak heran jika
transportasi di daerah dataran rendah lebih murah dan mudah didapat.

 

 

2.      
Dataran tinggi

Dataran tinggi
mempunyai ketinggian kurang lebih  600 m
di atas permukaan laut. Suhu udara yang sejuk di dataran tinggi sangat cocok
untuk digunakan sebagai daerah wisata, rekreasi, dan lokasi perkebunan. Contohnya
di dataran tinggi Dieng  penduduk bermata
pencaharian sebagai petani, seperti petani kentang, wortel, dan sayur kubis. Di
dataran tinggi Dieng penduduk bermata pencaharian sebagai pemetik teh, udara
yang dingin dan tanah yang gembur menjadikan teh tumbuh dengan subur.

Dan dataran
tinggi Dieng juga terkenal akan hasil carica, buah semacam  pepaya diolah menjadi manisan,  buah ini  hanya 
bisa tumbuh didataran tinggi Dieng dan menjadi andalan sebagai oleh oleh
khas Dieng. Dataran tinggi Dieng banyak menawarkan wisata alam mulai dari candi
arjuna, telaga warna, dan kawah sikidang, masih banyak panorama alam yang dapat
ditemui di daerah dataran tinggi Dieng karna keindahan alamnya.

Mempunyai
ketinggian lebih dari 1000 m di atas permukaan laut. Daerah pegunungan
merupakan rangkaian gunung yang sambung- menyambung dan mempunyai ketinggian
lebih dari 600 meter di atas permukaan air laut. Salah satu pegunungan di jawa
tengah yang sangat terkenal adalah pegunungan Dieng. Secara administratif Dieng
masuk dalam dua kabupaten, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Selain
keindahan alam, Dieng juga terkenal akan hasil pertanian berupa kentang,
purwaceng dan carica. Purwaceng sendiri berupa semak yang dijadikan sebagai
obat penambah stamina dan daya tahan tubuh. Carica sendiri adalah buah semacam
pepaya yang diolah menjadi manisan atau campuran minuman, dapat diolah menjadi
dodol dan keripik.

Pegunungan Dieng
kaya akan keindahan alam, seperti Kompleks candi arjuna, karna di candi
tersebut terdapat candi arjuna, candi semar, candi srikandi, candi sembrada dan
candi puntadewa sehingga candi tersebut di beri nama kompleks candi arjuna. Selain
candi Pegunungan Dieng juga terdapat wisata alam berupa telaga warna dan telaga
pengilon, telaga warna terletak pada ketinggian 2000 mdpl, telaga warna
terkenal akan keunikan warna airnya yang bisa berubah ubah tergantung dengan
paparan sinar matahari, karna telaga warna mengandung sulfur yang sangat
tinggi, warna airnya akan berubah menjadi warna merah, biru, lembayung dan
putih. Dan di telaga pengilon yang letaknya berdampingan dengan telaga warna
warna airnya sangat berbeda, di telaga pengilon warna airnya sangat jernih
tidak seperti telaga warna yng airnya dapat berubah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      
Pantai

Pantai merupakan daerah perbatasan antara
daratan dan lautan. Pada umumnya penduduk dikawasan pantai bermata pencaharian
sebagai nelayan dan pengawet ikan. Contohnya di pantai cahaya atau sering
disebut sendang sikucing yang terletak di Rowosari, Kendal Jawa Tengah. Desa Gempolsewu
Kecamatan Rowosari masyarakat bekerja sebagai nelayan, setiap hari masyarakat
mencari ikan dan hasil tersebut akan dijual ke tempat pelelangan ikan (TPI) di
desa masing masing.

Selain hasil perikanan di sendang sikucing
cukup banyak, pantai sikucing atau cahaya ini dijadikan sebagai tempat wisata
keluarga. Karna omabak yang bersahabat dan batu karang yang sedikit menjadikan
pantai sikucing ini aman untuk bermain air.

4.      
Rawa

Rawa adalah genangan air yang sangat luas
yang terjadi secara ilmiah secara terus menerus akibat drainase (pembuangan
massa air secara alami dan buatan seperti menguras atau sebagai irigasi sawah )
yang terhambat. Contohnya di Ambarawa Kab. Semarang terdapat rawa pening,
masyarakat di daerah tersebut bermata pencaharian sebagai petani padi dan
jagung, sebagai nelayan dan pengrajin enceng gondok. Di rawa pening sendiri
dijadikan sebagai wisata alam dengan keindahan alam yang tersedia dan keasrian
wilayahnya sangat cocok untuk dijadikan wisata bersama keluarga. Rawa pening
juga dijadikan sebagai irigasi persawan dan keramba ikan air tawar. Enceng gondok
yang sangat melimpah karena pertumbuhan sangat cepat  menjadikan rawa pening hampir tertutup oleh
tumbuhan tersebut mengakibatkan pendangkalan dan masyarakat menjadikan enceng
gondok sebagai kerajinan seperti tas dan anyaman lainnya.

Berbagai kenampakan alam seperti dataran
tinggi, dataran rendah pantai dan rawa berpengaruh penting pada kehidupan
masyarakat dari aspek sosial, ekonomi, budaya dan bahasa. Semua kenampakan alam
juga memberikan kelebihan dan juga kekurangan tergantung bagaimana kita menjaga
dan melestarikan ciptaan Tuhan YME.