2.1 indikator pendapatan per kapita. Variabel dari

2.1             
Indikator
Mengenai Kemiskinan

Kemiskinan
biasanya diukur dengan menghitung ukuran rata-rata dari  pedapatan dan dan pengeluaran. Perluasan
pengukuran kemiskinan lainnya dalam mengukur kemiskinan adalah banyaknya
masyarakat yang mendapatkan layanan fasilitas untuk pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, dimensi sosial politik disertakan sebagai perluasan pengukuran
kemiskinan lainnya. Hasil pengukuran tersebut dapat dikatakan
indikator-indikator dalam pembangunan nasional. Adapun beberapa indikator
kemiskinan yang akan diuraikan berikut ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

2.2.1       
Indikator
Kemiskinan Berdasarkan Sudut Pandang Ekonomi

Menurut sudut
pandang ekonomi, kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan pendapatan dari
seseorang atau sekelompok orang unutuk mencukupi kebutuhan pokok hidupnya. Kemiskinan
berdasarkan sudut pandang ekonomi memiliki dua aspek, yaitu pendapatan dan
pengeluaran atau konsumsi. Aspek pendapatan tersebut berupa pendapatan per
kapita, sedangkan aspek pengeluaran berupa garis kemiskinan.

1.                 
Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita dapat
didefinisikan sebagai besarnya rata-rata pendapatan masyarakat di daerah tertentu
dalam kurun waktu satu tahun. Untuk mengetahui besarnya pendapatan per kapita
dapat dihitung dari besarnya output yang
dibagi dengan jumlah penduduk di daerah tertentu dalam kurun waktu satu tahun. Terbentuknya
kondisi miskin merupakan suatu indikasi dari pemerataan pendapatan yang berasal
dari indikator pendapatan per kapita. Variabel dari pendapatan dapat berupa Pendapatan
Nasional, Produk Domestik Bruto (PDB), dan Produk Domestik Regional Bruto.
Sedangkan, jumlah penduduk variabelnya adalah jumlah penduduk pada waktu atau
periode tertentu yang diukur pendapatan per kapitanya.

2.                  
Garis Kemiskinan

Indikator
dari kemiskinan yang menyatakan rata-rata pengeluaran per kapita pada kelompok
referensi adalah garis kemiskinan. Kelompok referensi yang dimaksud merupakan
penduduk kelas marjinal. Penduduk kelas marginal adalah penduduk yang memiliki
pendapatan sedikit lebih banyak dari pendapatan terendah atau dapat digolongkan
kedalam kelompok yang berada sedikit di atas garis kemiskinan. Pada dasarnya, garis
kemiskinan merupakan indikator pengukuran dari kemampuan pendapatan untuk
memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan,
kesehatan, dan lain-lain.